Kamis, 21 Mei 2015

Sedihhhh

Akhirnya kejadian jg kan, ada pesanan yg otomatis dibatalkan krn ampe batas waktu pengiriman gw ga bisa konfirmasi no resinya....
Haduuuuuhhh..

Tgl 14 meii, gw ada pesanan 4 pcs mat dudukan hp di dashboard. Harga total 108.000 dgn ongkir dan dia udh transfer ke rek tokopedia. Tgl 15 gw pesen ke satu toko, 5 pcs, harga 40.000, itu udh ongkir yg JNE YES dgn harapan hr itu jg di kirim biar bsk nyampe.
Ndilalahnya gw salah milih toko (ini kesalahan selanjutnya). Ga ada respon jawaban, mau di telpon atau di diskusi ga ngejawab.
Tgl 17 pesanan diproses.
Tgl 18 dikirim. Padahal tenggat waktu gw hrs konfirmasi itu 19 mei.
Itungan gw kalo barang nyampe tgl 19 pagi aja, msh keburu gw ke JNE. Nyatanya ampe gw brgkat shift 2 barang blm nyampe. Ini hr terakhir. Gw pasrah. Lepas customer pertama gw. Seharusnya ada penglaris. Seharusnya bisa pecah telor. Seharusnya......

Tgl 19 malem, tokopedia ngirim email: "Pesanan atas toko anda dibatalkan secara otomatis karna sampai tgl 19 anda tdk mengkonfirmasi resi pengiriman...(gimana mau ngirim barangnya blm dtg!)...uang akan kami kembalikan ke konsumen. Mohon jgn mengirim apapun kpd konsumen tsb. Selanjutnya kami harap agar anda mengkonfirmasi apakah menerima atau menolak pesanan agar konsumen dpt kepastian dan bisa mencari ke toko lain jika memang anda menolak pesanan tsb. Hal ini penting agar konsumen percaya dgn kredibilitas toko anda"...
Kurang lebih gitulah bahasanya.

Ya sudahlah, gw pasrah.

Besok paginya tgl 20 mei, gw baru ngeh ada paketan di lemari. Paketan itu. 5 pcs mat hp yg seharusnya gw kirim paling lambat kemarin.

Harusnya jd duit itu barang....

Pelajaran yg bisa diambil:
1. Pasti ketersediaan barang. Ini yg utama. Dgn barang tersedia maka gw ga tergantung pd toko lain utk pesen.
2. Pilih toko yg jual murah, lokasi jabotabek, dan fast respons.
> jual murah, jadi kalo gw mesen bisa dgn paket JNE YES. Selisih harga dan ongkirnya masih besar.
> lokasi jabotabek, ini msh berhubungan dgn pilihan paket pengiriman, dan selisih harga td.
> fast respons. Lebih gampang utk berkomunikasinya.
Selain dari itu semua syukur2 bisa dropship.

Rabu, 13 Mei 2015

Peluang bisnis

Toko Dhifa-Rabbanii di tokopedia akhirnya diputuskan utk mandeg. Banyak faktor yg menjd kendala.
Yang utama adalah tentang "stuff availablation" atau ketersediaan barang. Ini jd kesalahan mendasar. Dengan kondisi "stuff un-stock", maka akan berpengaruh di:
1. Harga barang. Modal nol, hanya menjalankan proses beli lalu dijual lg. Ketersediaan barang tergantung pd toko yg menjualnya. Harga otomatis hrs di mark up lg, untuk menutup modal pembelian ditambah profit. Sementara banyak toko menjual barang yg sama dgn harga dibawahnya. Kalah saing.
2. Waktu pengiriman. Membutuhkan waktu paling tdk seminggu utk membeli satu barang, lalu seminggu lagi utk proses pengirimannya. Kurang efektif. Konsumen blm tentu mau kalau hrs menunggu selama -paling tidak- seminggu. Kecuali kalau barang ready maka waktu pengiriman bisa dipangkas.
3. Permodalan. Untuk membeli satu barang dibutuhkan sejumlah uang utk membayarnya. Memang akan jd balik modal jg profit setelah konsumen membayar, padahal kondisi kas saat ini sangatlah memprihatinkan. Sedih.
4. Fokus.

Senin, 06 April 2015

Hidup

Kalau kehidupan bisa mati
Kenapa tdk dgn hasrat berjudi?

Hampa #2

Aku menyimpan bara
Sedikit saja terpantik
Akan menyala

Mana yg lebih dulu musnah
Aku
Atau
Bara
???
....

KAU dimana?

....buntu!
.....mengurat!
Ga bisa berpikir jernih beberapa hari ini...

Ada dimana KAU saat ini?

Aku percaya janji-MU
Tentang wanginya pagi
dan hangatnya mentari jelang senja.
Aku jg percaya
KAU selalu ada di setiap hela nafas dan kedipan mata..

---------------

Hari ini
Malamku kelam
Jiwaku hitam

KAU ada dimana?

Hampa

Dada bergemuruh hati meluruh
Jalan terhampar tanpa arah
Ada dimana KAU saat ini?

Tlah kutinggalkan sesuatu yg bernama lembah hitam
Tlah kulupakan perjamuan setan
Tlah kutanggalkan jubah kelam
Tangan berlumur jelaga comberan
Demi menemui jalan-MU
Tapi
Ada dimana KAU saat ini?

Aku tak mau mati meninggalkan hutang

Rabu, 01 April 2015

Ini tentang mereka.

Awalnya mereka terlalu percaya diri. Merasa bahwa pilihannyalah yang akan melenggang mulus menuju pucuk singgasana. Yang akan dihadapi bukanlah lawan yang sepadan, begitu pikir mereka.
Kepercayaan diri yang berlebihan. Mereka simpan di mata, mulut, dan ditancapkan di sanubari mereka. Yakin pasti jadi.

Begitu "pertarungan" selesai mereka shock. Kaget. Kecewa. Mau marah dilampiaskan kpd siapa?
Jagoannya kalah. Sosok yang gagah dan berwibawa (gw pun mengakui), dan pantas untuk memimpin (yang ini gw ga setuju) kenyataannya kalah oleh sosok yang mereka anggap klamar klemer, penyinyian, tak berwibawa sama sekali, sosok kurus kerempeng yang mereka hina-hinakan.
Sungguh malu mereka.
Dimanakah keadilan?....

Mulailah runtuh rasa kepercayaan diri. Mereka yang seolah-olah sedang terbang menari-nari di langit, tiba-tiba harus turun lagi ke bumi. Terhempas. Menghujam.
Berubahlah mereka. Hilang kepercayaan diri, berganti menjadi amarah. Malu yang teramat sangat mereka tutupi dgn topeng ambisi yang lain. Tak sudi bagi mereka mendukung pemerintah.  Bergandengan tangan lg mereka teriakkan satu kata:
TURUNKAN!
TURUNKAN!
TURUNKAN!
Tidak ada lg wajah-wajah optimis. Mereka menggantinya dgn wajah pucat. Mulut mereka selalu mengeluh seolah mereka paling menderita. Baik atau benar buat mereka kebijaksanaan pemerintah adalah salah. Merekalah yang paling benar.

Mereka mengeluh ttg kenaikan BBM. Mengakibatkan mereka tdk bs lg trek-trekan motor yang menguras bensin.
Mereka berkeluh kesah menderita dgn naiknya tarif angkutan umum sambil menyeruput kopi yg tdk murah harganya di starbuck, sevel, kongkow-kongkow habis main billyard.
Seorang murid SMA mengeluh di status FB nya ttg menteri pendidikan yg tdk cakap, sambil sembunyi merokok di WC, menghindari pelajaran fisika. Pusing, pacarnya hamil.
Mereka mengeluh. Menderita. Di koridor, di ruang makan, di tempat merokok, di musholla, di koperasi, di polkar, di ruang serikat.
Kasihan sekali hidup mereka.
Kasihan, kasihan, kasihan...

(Sudahlah, gw ga mau dianggap menari-nari diatas sesuatu yang mereka anggap penderitaan).
Ntar kapan gw lanjutin ceritanya. Sambil menari-nari, sambil menginjak bumi. Pake topeng Upin Ipin:
Kasian...kasian...kasian.

Buka Toko

Dengan mengucap Bismillahirrahmaanirrahiim, toko Dhifa-Rabbanii resmi dibuka di area pertokoan seluas dunia maya Tokopedia. Sempatkanlah berkunjung ke toko gw. Barang-barang yang saat ini tersedia adalah Rak sepatu, Kran air otomatis, Lampu LED, dan Charger mobil yg bisa disambungkan dgn kabel roll. Baru sedikit memang, tp mudah-mudahan yg sedikit ini bs membawa berkah.
Insya Allah.